Rancangan proyek perubahan ini mengusung program inspiratif dan inovatif yang diberi nama “AKU INSPIRASIMU” (Ayo bersamaku, tumbuhkan budaya guru inspiratif, penguatan literasi dan numerasi serta budayakan komunitas belajar berbagi). Dalam program ini terdapat tiga kegiatan utama, yaitu: 1) mengembangkan budaya guru inspiratif, 2) penguatan literasi dan numerasi, dan 3) budaya budaya komunitas belajar berbagi. Kegiatan kegiatan dalam program ini merupakan bagian dari tata cara pemenuhan mutu pelayanan dasar Pendidikan sebagaimana tertuang dalam Permendikbudristek Nomor 32 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan. Kata AKU INSPIRASIMU tidak hanya sebuah singkatan atassu akronim saja, namun memiliki makna yang sangat mendalam jika benar benar diresapi. Yang paling utama dari program inovasi AKU INSPIRASIMU ini adalah agar dapat mengembalikan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan kepada kodratnya yaitu seorang guru. Dari zaman dahulu guru adalah orang yang selalu disegani, dihormati, ditiru dan digugu. Dalam masyarakat, guru akan selalu menjadi teladan dan menjadi inspirasi baik bagi siswanya maupun Masyarakat sekitarnya.
Inovasi yang pertama dari kegiatan ini adalah terbentuknya budaya guru inspiratif di seluruh satuan Pendidikan yang tetap mengangkat akar budaya dan lingkungan setempat yang ditandai dengan adanya poster, spanduk, dan hal lain terkait butir butir budaya guru inspiratif. Budaya guru inspiratif ini wajib diimplementasikan oleh guru dan tenaga kependidikan dalam kehidupan sehari hari baik di sekolah maupun di rumah. Selanjutnya inovasi kedua dari pengembangan budaya guru inspiratif adalah adanya program “Berbagi terbalik”.
Adapun program berbagi terbalik ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada orang tua dan siswa untuk menyampaikan apa yang mereka inginkan dan rasakan kepada guru atau pihak sekolah sehingga terjadinya budaya saling menghargai pada pendapat dan masukan orang lain.
Inovasi ketiga yang dibuat adalah akan adanya aplikasi berbasis website untuk memantau pelaksanaan dan progress implementasi budaya inspiratif guru. Selanjutnya, kegiatan ke dua dari program ini adalah penguatan literasi dan numerasi bagi guru dan siswa. Inovasi yang diciptakan dalam proyek perubahan ini diberi nama “SAPU LIDI” (Siswa pintar literasi dan numerasi digital). Adapun kegiatan inovasi yang dilakukan dalam SAPU LIDI adalah siswa diajarkan untuk membuat comic digital sendiri agar menarik minat mereka dalam meningkatkan literasi dan numerasi dengan memanfaatkan buku bacaan digital yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat. Inovasi kegiatan ke tiga dari program AKU INSPIRASIMU adalah pembentukan komunitas belajar baik guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah di seluruh satuan Pendidikan di Kepulauan Anambas. Komunitas belajar yang telah dibentuk harus diikuti secara aktif dan dimanfaatkan sebagai wadah untuk mengembangkan kompetensi guru dalam meningkatkan hasil belajar siswa melalui budaya komunitas belajar berbagi dan harus mengimbaskan dengan berbagi praktik baik pada satuan Pendidikan lain. Dengan program AKU INSPIRASIMU diharapkan guru dan tenaga kependikan dapat menjadi inspirator dalam menyelesaikan permasalahan Pendidikan yang ada di sekolah dan di Masyarakat. Selain itu dengan program inovatif ini, komponen dalam pemenuhan pelayanan dasar Pendidikan akan tercapai sehingga secara langsung akan meningkatkan indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan di Kepulauan Anambas.